Pendapat Positif tentang GNU/Linux

 Sumber : KPLI Jakarta

Sejak GNU/Linux ada 12 tahun lalu, berbagai pendapat positif dilontarkan. Bahkan, tak jarang pendapat ini diberikan bersama dengan data statistik hasil dari survei.

2.1.1 Gratis

GNU/Linux ditawarkan dengan makna kebebasan dimana masalah biaya dapat dikatakan hampir gratis. Pengguna tidak perlu membayar biaya lisensi dan hanya dikenakan biaya CD atau dokumentasi saja. Meskipun banyak sekali para pengguna menyatakan GNU/Linux adalah gratis, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. GNU/Linux adalah perangkat lunak bebas dan bukan gratis. Jika kita mengacu pada harga, biaya gratis hanyalah untuk biaya lisensi saja, selebihnya, beberapa vendor seperti RedHat memberikan support dengan cara membayar, itupun apabila Anda menginginkan lebih dari satu buah support.
\Free speech, not Free Beer.”

2.1.2 Fleksibilitas

Setiap program yang keluar dengan embel-embel GNU merupakan perangkat lunak dimana kita mempunyai akses terhadap kode program tersebut. Tujuan dari kebebasan ini adalah agar kita dapat melakukan optimasi dan konfigurasi sesuka kita dan kemudian dibagikan untuk orang lain. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah kemudahan akses ke kode program ini berlaku untuk para pengguna? sejauh mana kebebasan ini dapat kita gunakan?
Ketersediaan akses kode program pada produk GNU/Linux memang meru- pakan keuntungan bagi komunitas dan siapa saja yang ingin memberikan sum- bangsihnya, tetapi hal ini bukan berarti kita perlu melakukannya untuk diri kita sendiri. Seperti halnya ketika kita membeli mobil. Pilihan kita atas mobil
A dibandingkan dengan mobil B mungkin atas dasar kemudahan penggantian spare-parts tetapi hal tersebut tidak berarti kita sendiri yang melakukan peng- gantiannya. Hal ini sebenarnya merupakan jaminan kemudahan bagi kita bahwa dengan tersedianya akses terhadap kode program tersebut, masalah yang ada akan lebih mudah dibantu oleh komunitas karena semua orang memilikinya.

2.1.3 Lisensi

Masalah lisensi selalu menjadi hal yang memusingkan apalagi jika kita berhada- pan dengan lisensi yang menetapkan berapa banyak jumlah user yang dapat menggunakan layanan yang sama. Masalah lain yang dapat timbul adalah diper- lukannya penghitungan biaya lisensi dengan cermat sehingga menambah peker- jaan yang sebenarnya tidak perlu. Dengan adanya GNU/Linux yang diberikan dengan ’lisensi’ unlimited user, unlimited installation sudah pasti hal ini men- gurangi beban pekerjaan.

2.1.4 Stabilitas

Di GNU/Linux, kita beruntung jika mengalami crashed sedangkan di produk Microsoft atau Macintosh, kita beruntung jika tidak men- galami crashed

Kernel Linux dibangun ketika sistem Unix menjadi pilihan utama para peng- guna server karena kestabilannya. Dari contoh inilah ’Unix’ yang baru dibangun ulang dan kemudian dikerjakan bersama-sama oleh komunitas. Microsoft sendiri yang dikenal dengan inovasi-inovasi yang luar biasa ternyata tidak mengin- dahkan masalah dari produk mereka sendiri. Contohnya saja Windows NT
4.0 Server yang saat ini sudah tidak disupport oleh Microsoft, yang tentu saja mereka sudah tidak peduli sejauh mana produk mereka ternyata masih digu- nakan banyak orang dan masih juga bermasalah. IBM sendiri juga menyatakan dalam websitenya bahwa Linux stabil, fungsional, dan menawarkan nilai lebih
[1].

2.1.5 Performance

Dari segi performance, banyak sekali data yang bisa ditemukan di Internet. Salah satu hal yang mengagetkan adalah ketika Mindcraft melaporkan bahwa Windows NT Microsoft IIS lebih cepat 2,5 sampai 3,7 kali daripada GNU/- Linux[2]. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata penelitian yang dilakukan oleh Mindcraft dibiayai oleh Microsoft dan memang sengaja untuk membuat Linux yang tidak dioptimasi melawan Windows NT yang dioptimasi [3]. Yang lebih mengagetkan lagi adalah bocornya beberapa dokumen dari Microsoft yang dike- nal sebagai dokumen Hallowen [4] yang berisi tentang ketakutan Microsoft ter- hadap gerakan OpenSource.

2.1.6 Kelayakan terhadap standar

GNU/Linux dibangun dengan cara gotong-royong dimana setiap orang dapat melakukan perbaikan maupun optimasi pada program yang ada. Siapa yang da- pat memberikan optimasi yang lebih baik tentunya akan bertahan lebih lama. Dari sifat dasar inilah GNU/Linux kemudian secara perlahan beradaptasi den- gan standar yang ada. Saat ini GNU/Linux adalah sistem operasi yang sesuai standar POSIX dan juga ANSI, ISO, IETF, dan W3C.

2.1.7 Dukungan perangkat keras

Menarik sekali jika 12 tahun yang lalu kernel Linux dibuat hanya melalui sebuah komputer berbasis Intel, dimana saat ini kernel Linux telah mendukung Compaq Alpha AXP, Sun SPARC, UltraSPARC, Motorola 68000, PowerPC, PowerPC64, ARM, Hitachi SuperH, IBM S/390, MIPS, HP PA-RISC, Intel IA-64, DEC VAX, AMD, x86-64 dan CRIS.[6]
Pada sisi lain yaitu bentuk penghematan, kernel Linux juga telah mensu- pport prosesor AMD dan Cyrix, dimana dengan harga prosesor yang murah dan biaya lisensi yang nol, akan didapatkan komputer super hemat. Dengan pemikiran lain, perusahaan hardware juga beramai-ramai memilih kernel Linux untuk digunakan pada hardware mereka seperti Televisi, mp3 player, Router, Firewall, PDA, jam tangan, dan lain sebagainya.[7]
Meskipun tidak sebesar Windows, GNU/Linux mempunyai pasar sendiri dimana para pembuat hardware yang memiliki perangkat keras tetapi tidak memiliki sistem operasi tentunya akan memilih GNU/Linux ketimbang harus menggunakan produk yang harus membayar.

2.1.8 Peran dalam Internet

GNU/Linux dibangun bersama rekan-rekan diseluruh dunia melalui media Internet, maka dari itulah GNU/Linux mendapatkan tempat khusus bagi para hackers agar semakin ’ramah’ terhadap media ini. Apache, program Webserver yang paling populer dan juga paling banyak digunakan saat ini (Februari 2003) menempati 64,79% dari keseluruhan pangsa pasar[8]. Sendmail sendiri menem- pati 42%[9] pada tahun 2001.

2.1.9 Interaksi terhadap system yang lain

Saat ini, masih banyak kita temui diperkantoran, penggunaan Windows sebagai front-end dimana kegiatan file-sharing menjadi penting dalam pengolahan dokumen. Samba, program penghubung antara GNU/Linux dan Windows dise- diakan sebagai pengganti fileserver Microsoft yang dapat ’berpura-pura’ sebagai

domain server dan melayani kegiatan file-sharing. Bahkan menurut survei yang dilakukan oleh PC Magazine pada tahun 2001, GNU/Linux menjalankan Samba lebih cepat 78% dibandingkan Windows 2000[10].

2.1.10 Bebas Virus

Satu-satunya kenakalan hacker (cracker) yang berwujud nyata pada sistem op- erasi GNU/Linux (dan UNIX) adalah worm, sebuah program yang mampu menggandakan diri dan memenuhi ruang Harddisk yang ada. Hal ini sebe- narnya dapat dicegah dengan pengguaan Quota dimana setiap pemakai hanya dapat menempati sekian Mega Bytes saja.
Berbicara tentang virus, meskipun terdapat kemungkinan untuk digunakan, tetapi diramalkan tidak akan mempunyai kerusakan parah. Hal ini karena ar- sitektur GNU/Linux (dan Unix) sendiri yang hanya mengijinkan setiap user berada dalam lingkungannya sendiri dan dibatasi untuk akses di luar lingkun- gan tersebut.

~ oleh gandhiprima pada 17 Desember, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: